The Day

17Jul09

go and wish me luck!


Visa sudah ditangan, dengan waktu berkunjung 30 hari, expired sebelum 19 September 2009.

Kami baru saja menerima E-mail, ada yang mau menjemput di Bou Tou sana.


hostel sudah dibook, cuman yang Tianjin aja belum. kami sedang mencari yang sangat dekat dengan airport.


kami mencoba membuat janji, mengupload foto2 sesampainya di tempat tujuan. facebook mungkin lebih pas, tapi kami mencoba mengakomodasi teman-teman kami yang tidak punya account di facebook, misalnya.

kami memasang flikr viewer di sidebar kami, supaya tidak kosong, kami mengisinya dengan foto2 dari perjalanan kami maret lalu


kami memulainya agak terlamabat, setidaknya untuk penginapan transit kami nanti di LCCT. penginapan murah meriah berjarak 500 meter dari LCCT itu sudah berharga hotel bintang 3, agak aneh memang, karena kami pernah menyewanya semalam 70 ribu.

Beda di Beijing beda pula di Bao tou dan Hoh Hot. Di beijing sekali klik di hostelworld dan hostelbooker akan menampampilkan lusinan nama penginapan. Di Bao Tou dan Hoh Hot, sekali klik hanya ada satu nama dan tiada petunjuk pula “How to get there”nya.


mungkin baru senin nanti semua aplikasi visa kami diurus oleh travel agen, karena baru hari ini Wildan setor foto berlatar putihnya.

sambil menunggu proses yang dijanjikan 12 hari kerja (finish di tanggal 14 July 2009??). kita kaan bercerita tentang perjalanan kami yang akan memakan waktu on road 29 jam dan total perjalanan 2 hari 2 malam :o

a. Duri – Dumai = 2.5 jam by Bus
b. Dumai – Port Klang = 4 jam
c. Port Klang – KL Sentral = 1 Jam
d. KL Sentral – LCCT = 2 Jam
e. LCCT – Tianjin = 6 Jam
f. Tianjin – Beijing = 2 Jam
g. Beijing – Hoh Hot = 11 jam

fiuh….makin membayangkan


khawatir juga sih…dan berharap semuanya baik2 saja


Belum ada perkembangan berarti selain kami beberapa kali ditelepon travel agen karena Wildan belum kirim foto berlatar putihnya, dan belum ada berita menarik selain hp-hp Wildan yang dicolong orang sehingga susah sekali dihubungi.

Ok, berikut ini kami akan sharing tips dari kawan-kawan kami yang memiliki jam terbang lebih tinggi dalam urusan jalan-jalan. tipsnya cukup simpel, bagaimana kita mengamankan diri apabila terjadi hal-hal yang sangat diinginkan, dokument perjalanan kita hilang.

Tips pertama, simpan scan paspor, kartu kredit, tiket perjalan, pas poto,  kartu keluarga, KTP, identitas lain di e-mail

Tips Kedua,  dokumen-dokumen yang sama dengan di atas tetapi disimpan di dalam flash disk apabila tidak ada koneki internet

Tips Ketiga, dokumen-dokumen yang sama dengan di atas tetapi dalam bentuk paper, apabila tidak ada koneksi internet dan komputer.


Ini pengalaman kami tiap kali akan menukarkan rupiah ke mata uang negara tujuan kami.  Sekali klik dan kami dapatkan berapa konversi mata uang yang kita inginkan. Sebenarnya tidak presisi tapi mau bagaimana lagi, ini cara yang kami ketahui. untuk mata uang major seperti USD, YEN atau UERO, akan lebih mudah kalau meilhat detik.com atau kompas.com atau menelepon kantor cabang bank terdekat. Setelah klik ke alamat tersebut dan dengan sedikit perkiraan dan tawar-menawar dengan penjual valuta, bekal mata uang negara yang akan dikunjungi kami didapatkan.

Mengapa tidak membawa USD terus ditukar di bandara negara tujuan? kami pernah mengalami kemudian dan kesulitan. Belajar dari pengalaman itu dan jaga-jaga, kami selelu menyiapkan uang negara tujuan.

di sinilah alamt kami mencari referensi :

UCC

UCC


lebih milih mana? kami memilih jadi back-koper dengan alasan sbb :
- Lebih enak bawanya, tinggal seret saja
- Gak Pegel
- Bisa nambah bawaan, dengan catatan tas tambahan sudah dilipat di dalam koper




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.